Kamis, 15 Desember 2016

Klinik Pembelajaran

Teaching Clinic (Klinik Pembelajaran)

Apakah Klinik Pembelajaran?
Andaryani (2006) dalam situs www.ict4pr.org,  mengemukakan klinik pembelajaran yang dinamakan experiential classroom merupakan tempat yang dapat digunakan untuk mendemonstrasikan, dan memberikan dorongan dan inspirasi melalui peragaan alat pembelajaran yang praktis dan nyata untuk meningkatkan kegiatan pembelajaran seorang guru secara mandiri (A LLEEP Clinic at Syracuse University, 2003).Lembaga Pengembangan  dan Pendidikan Universitas Sebelas Maret pada situs  http://lpp.uns.ac.id  mengemukakan klinik pembelajaran merupakan sebuah konsep yang mempunyai  makna yang terkandung dalam “klinik” dan “pembelajaran”, sebuah klinik yang dibangun untuk mendemonstrasikan, memberikan dorongan dan memberikan inspirasi dengan cara-cara inovatif melalui aktifitas nyata untuk meningkatkan kualitas mengajar guru  secara mandiri.
 

Dit. Ketenagaan Ditjen. DIKTI DEPDIKNAS dalam situs http://klinikpembelajaran.com mengemukakan klinik pembelajaran merupakan wadah bagi guru untuk melakukan serangkaian upaya yaitu kegiatan refleksi, penemuan masalah, pemecahan masalah melalui beragam strategi untuk meningkatkan keterampilan dalam mengelola pembelajaran. Strategi utama yang digunakan adalah Penelitian Tindakan Kelas.
Dapat disimpulkan bahwa klinik pembelajaran adalah  pusat atau unit yang berfungsi untuk meningkatkan dan atau memperbaiki kinerja tenaga professional di bidang pendidikan. Klinik pembelajaran dibangun dengan pondasi kemitraan antara berbagai lembaga.  

Bagaimana tahapan klinik pembelajaran?
Untuk membangun klinik pembelajaran diperlukan empat tahapan proses seperti tertuang dalam situs http://lpp.uns.ac.id, yaitu:
1.      Pengembangan klinik pembelajaran
2.      Kegiatan uji coba konsep klinik pembelajaran.
3.      Review dan pemantapan konsep klinik pembelajaran
4.      Sosialisasi klinik pembelajaran 

Layanan apa yang tersedia di klinik pembelajaran?
Karena Klinik Pembelajaran merupakan milik bersama para guru, maka tempat ini dapat digunakan dengan bebas untuk berdiskusi, melakukan refleksi atau merenung tentang proses pembelajaran yang telah dijalani, bersimulasi, misalnya bagaimana cara mengajarkan suatu konsep dengan menyenangkan, dan membuat catatan bersama-sama dengan teman sejawat. Di Klinik Pembelajaran, para supervisor akan membantu dalam melakukan berbagai kegiatan tersebut. (http://klinikpembelajaran.com) 

Apa manfaat ke klinik pembelajaran?
Wawasan guru akan lebih terbuka apabila terbiasa melakukan diskusi dengan teman sejawat. Selanjutnya, dengan kasus-kasus pembelajaran yang guru kumpulkan, diskusikan, dan pecahkan bersama pada klinik pembelajaran, akan mengasah kepekaan terhadap permasalahan yang terjadi di kelas, sehingga rasa percaya diri dalam melaksanakan tugas sebagai guru meningkat. Dengan demikian, diharapkan kualitas proses pembelajaran akan lebih meningkat yang tentunya membawa dampak kepada kualitas siswa yang lebih baik. (http://klinikpembelajaran.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar